contoh askep diare pada orang dewasa

ASKEPDIARE. Keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh sangat di perlukan untuk memelihara kesehatan dan fungsi tubuh. Keseimbangan adalah menjaga distribusi air dan elektrolit yang masuk dan keluar di dalam tubuh, ketidakseimbangan dapat diakibatkan oleh beberapa faktor yang berhubungan dengan beberapa penyakit. AskepPada Orang Dewasa A.Defenis Beberapa pengertian diare: 1. Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cairan, dengan demikian kandungan air pada tinja lebih banyak dari keadaan normal yakni 100-200 ml sekali defekasi (Hendarwanto, 1999). 2. Menurut WHO (1980) diare adalah buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari. Untukitu saya tertarik membuat Asuhan Keperawatan Kepada Ny.''S'' umur 23 tahun dengan Gastroenteritis di Balai Pengobatan "AS SYIFA" Desa Waru Kulon Pucuk Lamongan. 1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum Menetapkan dan mengembangkan pola pikir secara ilmiah kedalam proses asuhan Keperawatan nyata serta mendapatkan pengalaman dalam memecahkan masalah pada Ny."S" dengan Gastroenteritis atau diare. 1.2.2 Tujuan khusus 1) Untuk mengetahui gambaran tentang kasus Gastroenteritis yang Pneumoniadapat terjadi pada orang normal tanpa kelainan iminitas yang jelas. Namun pada kebanyakan pasien dewasa yang menderita pneumonia didapati adanya satu atau lebih penyakit dasar yang mengganggu daya tahan tubuh. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah yang akan dibahas yaitu: 1. DIAREPADA ANAK. Diare. 1. Definisi. Diare merupakan suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasanya ditandai dengan peningkatan volume, keenceran serta frekuensi lebih dari 3 kali sehari dan pada neonates lebih dari 4 kali sehari dengan tanpa lender darah. 2. Klasifikasi Diare. Frau Mit Hund Sucht Mann Mit Herz Kinox. 0% found this document useful 0 votes33 views15 pagesDescriptioncontoh kasus askep diareCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes33 views15 pagesASKEP DiareJump to Page You are on page 1of 15 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 13 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Untuk mendiagnosis diare dan penyebabnya, dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan, kebiasaan sehari-hari, riwayat penyakit, dan riwayat pengobatan yang pernah dijalani pasien. Jika pasien kerap mengalami diare setelah mengonsumsi makanan tertentu, dokter dapat mencurigai bahwa pasien terkena keracunan makanan, menderita intoleransi, atau memiliki alergi makanan. Untuk memastikannya, dokter akan melakukan tes alergi atau tes toleransi makanan. Bila diperlukan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang, seperti Pemeriksaan feses, untuk memeriksa bakteri atau parasit yang menyebabkan diare Tes darah, untuk mendeteksi komplikasi yang dapat terjadi akibat diare dan mendeteksi penyakit lain yang dapat menyebabkan diare Jika penyebab diare masih belum diketahui, dokter dapat melakukan kolonoskopi. Kolonoskopi dilakukan untuk mengetahui kondisi usus dan mendeteksi jika terdapat kelainan pada usus besar. Prosedur ini menggunakan alat berupa selang kecil yang dilengkapi dengan lampu dan kamera di ujungnya. Diare adalah diagnosis keperawatan yang didefinisikan sebagai pengeluaran feses yang sering, lunak, dan tidak ini diberi kode masuk dalam kategori fisiologis, subkategori nutrisi dan cairan dalam Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia SDKI.Dalam artikel ini, kita akan belajar diagnosis keperawatan diare secara komprehensif, namun dengan Bahasa sederhana agar lebih mudah akan mempelajari tanda dan gejala yang harus muncul untuk dapat mengangkat diagnosis ini, bagaimana cara menulis diagnosis dan luaran, serta memilih intervensi seluruh artikel atau lihat bagian yang anda inginkan pada daftar isi berikutPenyebab EtiologiTanda dan GejalaPenulisan DiagnosisLuaran HYDIntervensi Manajemen Diare Cairan TerkaitPenyebab EtiologiPenyebab etiologi dalam diagnosis keperawatan adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan status inilah yang digunakan oleh Perawat untuk mengisi bagian “berhubungan dengan ….” pada struktur diagnosis etiologi untuk masalah diare adalahPenyebab fisiologisInflamasi gastrointestinalIritasi gastrointestinalProses infeksiMalabsorpsiPenyebab psikologisKecemasan Tingkat stres tinggi Penyebab SituasionalTerpapar kontaminan Terpapar toksin Penyalahgunaan laksatifPenyalahgunaan zatProgram pengobatan agen tiroid, analgesik, pelunak feses, ferosulfat, antasida, cimetidine, dan antibiotikPerubahan air dan makananBakteri pada airTanda dan GejalaUntuk dapat mengangkat diagnosis diare, Perawat harus memastikan bahwa tanda dan gejala dibawah ini muncul pada pasien, yaituDSTidak adaDODefekasi lebih dari tiga kali dalam 24 jamFeses lembek atau cairBila data diatas tidak tampak pada pasien, maka Perawat harus melihat kemungkinan masalah lain pada daftar diagnosis keperawatan, atau diagnosis keperawatan lain yang masuk dalam sub kategori nutrisi dan cairan pada DiagnosisDiagnosis ini merupakan diagnosis keperawatan aktual, yang berarti penulisannya menggunakan metode tiga bagian, yaitu[masalah] + [penyebab] + [tanda/gejala].Sehingga contoh penulisannya menjadi seperti iniDiare berhubungan dengan iritasi gastrointestinal dibuktikan dengan defekasi 4 kali dalam 24 jam, feses bila rumusannya kita disederhanakan, maka dapat menjadiDiare iritasi gastrointestinal defekasi 4 kali dalam 24 jam, feses = DiarePenyebab = Iritasi gastrointestinalTanda/gejala = Defekasi… = berhubungan = dibuktikan denganPelajari lebih rinci pada “Cara menulis diagnosis keperawatan sesuai SDKI.”Luaran HYDDalam Standar Luaran Keperawatan Indonesia SLKI, luaran utama untuk diagnosis diare adalah “eliminasi fekal membaik.”Eliminasi fekal membaik diberi kode dalam fekal membaik berarti proses pengeluaran feses yang mudah dengan konsistensi, frekuensi, dan bentuk feses yang hasil untuk membuktikan bahwa eliminasi fekal membaik adalahKontrol pengeluaran feses meningkatKeluhan defekasi lama dan sulit menurunMengejan saat defekasi menurunKonsistensi feses membaikFrekuensi BAB membaikPeristaltik usus membaikKetika menulis luaran keperawatan, Perawat harus memastikan bahwa penulisan terdiri dari 3 komponen, yaitu[Label] + [Ekspektasi] + [Kriteria Hasil].ContohSetelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka eliminasi fekal membaik, dengan kriteria hasilKontrol pengeluaran feses meningkatKeluhan defekasi lama dan sulit menurunMengejan saat defekasi menurunKonsistensi feses membaikFrekuensi BAB membaikPeristaltik usus membaikPerhatikanLabel = Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka eliminasi fekalEkspektasi = MembaikKriteria Hasil = Dengan kriteria hasil 1, 2, 3, dst,Lebih jelas baca artikel “Cara menulis luaran keperawatan sesuai SLKI.”IntervensiSaat merumuskan intervensi apa yang harus diberikan kepada pasien, perawat harus memastikan bahwa intervensi dapat mengatasi bila penyebabnya tidak dapat secara langsung diatasi, maka perawat harus memastikan bahwa intervensi yang dipilih dapat mengatasi tanda/ itu, perawat juga harus memastikan bahwa intervensi dapat mengukur luaran baca di “Cara menentukan intervensi keperawatan sesuai SIKI”.Dalam Standar Intervensi Keperawatan Indonesia SIKI, intervensi utama untuk diagnosis diare adalahManajemen diarePemantauan cairanManajemen Diare manajemen diare dalam Standar Intervensi Keperawatan Indonesia SIKI diberi kode diare adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk mengidentifikasi dan mengelola diare dan yang dilakukan pada intervensi manajemen diare berdasarkan SIKI, antara lainObservasiIdentifikasi penyebab diare mis inflamasi gastrointestinal, iritasi gastrointestinal, proses infeksi, malabsorpsi, ansietas, stres, obat-obatan, pemberian botol susuIdentifikasi Riwayat pemberian makananIdentifikasi gejala invaginasi mis tangisan keras, kepucatan pada bayiMonitor warna, volume, frekuensi, dan konsistensi fesesMonitor tanda dan gejala hypovolemia mis takikardia, nadi teraba lemah, tekanan darah turun, turgor kulit turun, mukosa kulit kering, CRT melambat, BB menurunMonitor iritasi dan ulserasi kulit di daerah perianalMonitor jumlah dan pengeluaran diareMonitor keamanan penyiapan makananTerapeutikBerikan asupan cairan oral mis larutan garam gula, oralit, Pedialyte, renalytePasang jalur intravenaBerikan cairan intravena mis ringer asetat, ringer laktat, jika perluAmbil sampel darah untuk pemeriksaan darah lengkap dan elektrolitAmbil sampel feses untuk kultur, jika perluEdukasiAnjurkan makanan porsi kecil dan sering secara bertahapAnjurkan menghindari makanan pembentuk gas, pedas, dan mengandung laktosaAnjurkan melanjutkan pemberian ASIKolaborasiKolaborasi pemberian obat antimotilitas mis loperamide, difenoksilatKolaborasi pemberian antispasmodik/spasmolitik mis papaverine, ekstrak belladonna, mebeverineKolaborasi pemberian obat pengeras feses mis atapugit, smektit, kaolin-pektinPemantauan Cairan pemantauan cairan dalam Standar Intervensi Keperawatan Indonesia SIKI diberi kode cairan adalah intervensi yang dilakukan oleh perawat untuk mengumpulkan dan menganalisis data terkait pengaturan keseimbangan yang dilakukan pada intervensi pemantauan cairan berdasarkan SIKI, antara lainObservasiMonitor frekuensi dan kekuatan nadiMonitor frekuensi napasMonitor tekanan darahMonitor berat badanMonitor waktu pengisian kapilerMonitor elastisitas atau turgor kulitMonitor jumlah, warna, dan berat jenis urinMonitor kadar albumin dan protein totalMonitor hasil pemeriksaan serum mis osmolaritas serum, hematokrit, natrium, kalium, dan BUNMonitor intake dan output cairanIdentifikasi tanda-tanda hypovolemia mis frekuensi nadi meningkat, nadi teraba lemah, tekanan darah menurun, tekanan nadi menyempit, turgor kulit menurun, membran mukosa kering, volume urin menurun, hematokrit meningkat, hasil, lemah, konsentrasi urin meningkat, berat badan menurun dalam waktu singkatIdentifikasi tanda-tanda hypervolemia mis dispnea, edema perifer, edema anasarca, JVP meningkat, CVP meningkat, refleks hepatojugular positif, berat badan menurun dalam waktu singkatIdentifikasi faktor risiko ketidakseimbagnan cairan mis prosedur pembedahan mayor, trauma/perdarahan, luka bakar, apheresis, obstruksi intestinal, peradangan pancreas, penyakit ginjal dan kelenjar, disfungsi intestinalTerapeutikAtur interval waktu pemantauan sesuai dengan kondisi pasienDokumentasikan hasil pemantauanEdukasiJelaskan tujuan dan prosedur pemantauanDokumentasikan hasil pemantauanDiagnosis TerkaitDaftar diagnosis lainnya yang masuk dalam kategori fisiologis dan subkategori nutrisi dan cairan adalahBerat badan lebihDefisit nutrisiDisfungsi motilitas gastrointestinalHipervolemiaHipovolemiaIkterik neonatusKesiapan peningkatan keseimbangan cairanKesiapan peningkatan nutrisiKetidakstabilan kadar glukosa darahMenyusui efektifMenyusui tidak efektifObesitasRisiko berat badan lebihRisiko defisit nutrisiRisiko disfungsi motilitas gastrointestinalRisiko hipovolemiaRisiko ikterik neonatusRisiko ketidakseimbangan cairanRisiko ketidakseimbangan elektrolitRisiko ketidakstabilan kadar glukosa darahRisiko syokReferensiPPNI. 2017. Standar Diagnosis Keperawatan IndonesiaDefinisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III Revisi. Jakarta 2019. Standar Luaran Keperawatan Indonesia Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta 2018. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta PPNI. 95% found this document useful 20 votes52K views8 pagesDescriptionDownload Asuhan Keperawatan askep Diare di Http// TitleASKEP DIARE asuhan keperawatanCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?95% found this document useful 20 votes52K views8 pagesASKEP DIARE Asuhan KeperawatanOriginal TitleASKEP DIARE asuhan keperawatanDescriptionDownload Asuhan Keperawatan askep Diare di Http// description ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN DIAGNOSA MEDIS GASTROENTERITIS OLEH HENDRA WIJAYA KUSUMA NIM. 717621010 Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Wiraraja Sumenep 2017 ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN An. A DENGAN DIAGNOSA MEDIS GASTROENTERITIS A. PENGKAJIAN Tgl pengkajian 5-12-2017 Tgl MRS 4-12-2017 Ruang Interne Jam WIB No. rekam medis 12345 Diagnosa masuk Gastroenteritis 1. IDENTITAS KLIEN Nama An. A Umur 10 Tahun Jenis kelamin Perempuan Agama Islam Pendidikan SD Pekerjaan - Suku/bangsa WNI Alamat Sampang Status perkawinan Tidak Kawin PENANGGUNG JAWAB KLIEN Nama S Umur 44 Tahun Jenis kelamin Perempuan Pendidikan SPD Pekerjaan Karyawan Hubungan dengan pasien Ibu Alamat Sampang 2. PENGKAJIAN RIWAYAT KESEHATAN a. Keluhan Utama Klien mengatakan badannya terasa lemas saat aktivitas maupun istirahat. b. Riwayat Penyakit Sekarang Klien mengatakan 2 hari sebelum MRS badannya lemas,diare 7x, muntah 3x, pusing berputar, tidak mau makan. Saat pengkajian klien masih merasakan saat aktivitas tiba’’ seluruh badannya terasa lemas terutamaa dibagian kaki dan tangan,klien istirahat bila capek dan aktivitas dibantu oleh ini disebabkan karena intake cairan yang menurun. c. Riwayat Penyakit Dahulu Klien mengatakan pernah menderita penyakit maag selama 2 tahun sampai sekarang, pengobatan dilakukan dengan minum obat yang biasanya di beli warung terdekatnya dengan nama obat obatnya yaitu promag. d. Riwayat Kesehatan Keluarga Keluarga klien mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit yang dialami klien sekarang. 3. PEMERIKSAAN FISIK a. Tanda-tanda Vital S 380C N92 x/mnt T 90/50 mmHg RR 24 x/mnt Keadaan Umum lemah Kesadaran Pasien composmentis b.      c.      d.    Pengkajian pernapasan B1 Saat pengkajian tidak mengeluh sesak Irama jantung teratur Jenis pernapasan normal Suara napas vesikuler MK tidak muncul masalah keperawatan Pengkajian sirkulasi/ kardiovaskular B2 Irama jantung regular dan mengeluh nyeri dada Suara jantung normal CRT 3 detik Akral hangat MK Tidak ada Pengkajian neurosensori/persyarafan B3 GCS 456 Saat pengkajian klien mengatakan pusing. Sclera anemis  Konjungtiva anemis  Tidak ada masalah gangguan pandangan,pendengaran dan penciuman  Klien istirahat /tidur >8 jam/hari  MK kekurangan volume cairan e. Pengkajian eliminasi/perkemihan B4  Saat pengkajian klien mengatakan BAK normal 3-4x/hari  Produksi urin 35mg/dl LDL 85 <150 mg/dl Triglicerid 140 <150 - Elektrolit  Natrium 149 135-155 m mol/L  Kalium 4,1 3,5- 5,5 m mol/L  klorida 101 98-107 m mol/L  calcium 2,37 2,3 – 2,8 mmol/L  LFT  Bill D 0,14 - Bill T 0,35 <1,0 mg/dl  SGOT 31,6 L36/P 31 n/L  SGPT 20,7 L40/P31 n/l  tot prot 6,67 6,6-8,79 g/dl  albumin 3,84 3,6-5,2 g/d  globulin 2,83 2,6 – 3,6 g/d  RFT  creatinin 0,98 L 0,8-1,5 / P 0,7 -1,2  Bun 9,9 Bun 4,7 – 23,4 / urea 10- 50 dl  uric acid 3,8 L 3,1 -7,0 /P 2,4 – 7 mg/dl <0,25 mg/dl mg/dl 4. ANALISA DATA TGL DATA ETIOLOGI MASALAH 5-12-2017 Ds klien mengeluh Menurunnya intake Kekurangan badannya terasa cairan secara oral volume cairan lemas Do - KU lemah - turgor kulit kurang elastic - kulit kering -sclera anemis TTV -T 130/90 mmHg -N 70 x/mnt -RR 20 x/mnt -S360C -mukosa kering -penurunan haluaran urine 5-12-2017 Ds klien Asupan makanan Gangguan nutrisi mengatakan tidak tidak adekuat kurang dari mau makan,makan kebutuhan hannya 3 sendok Do -mulut berbau busuk -mukosa kering -TTV -T 130/90 mmHg -N 70 x/mnt -RR 20 x/mnt -S360C Prioritas Diagnosa keperawatan 1 Resiko kekurangan volume cairan menurunnya intake cairan secara oral 2 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan asupan makanan tak adekuat NO HR/TGL Diagnosa Keperawatan 1 Selasa,5- Resiko kekurangan 12-2017 volume cairan menurunnya intake cairan secara oral Tujuan/criteria hasil Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 3x30 menit klien mampu memnuhi kebutuhan volume cairan yang adekuat dengan criteria hasil -KU baik -Turgor kulit kurang elastic -sclera tdk anemis -TTVdalam batas normal -mukosa lembab -kulit lembab intervensi rasional TTV cairan per oral 12 gelas setiap 24 jam tanda’’ dehidrasi dengan tim medis dalam pemberian terapi cairan infus 2 Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 1x24 jam klien dapat memnuhi kebutuhan nutrisi dengan criteria hasil -ku baik -mukosa lembab -TTV dalam batas normal klien untuk menjaga kebersihan mulut pentingnya konsumsi nutrisi dan cairan yang adekuat keluarga untuk member makanan yang bervariasi dengan ahli gizi takikardial,demam dpat menunjukka respon terhada dadn efe kehilangan cairan masuka membantu mendeteksi tand dini ketidakseimbanga bcairan keadaan klie untuk mempermudah tindakan selanjutnya caira dan elektrol secara adekuat. kebersihan mulu dapat meningkatkan nafsu makan terrpenuhnya nutrisi sesua kebutuhan metabolism yan bervariasi dapa meningkatkan nafsu makan Senin,512-2017 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan asupan makanan tak adekuat untuk kebutuhan asupan diet/nutris nutrisi yang yang tepat dibutuhkan 5. INTERVENSI KEPERAWATAN 6. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN Shift HR/TGL Diagnosa jam Keperawatan pagi 5-12Resiko kekurangan 2017 volume cairan menurunnya intake cairan secara oral IMPLEMENTASI Jam EVALUASI TTV S klien S 36 0 c N mengatakan 70x/mnt badannya T130/90 mmHg cukup Rr 20x/mnt membalik O cairan per oral 1-2 -Ku cukup gelas setiap 24 jam -turgor kulit Respon klien kurang akan berusaha elastic meningkatkan -sclera cairan sedikit demi anemis sedikit -TTV Td 130/85 tanda-tanda mmHg dehidrasi N 72 -turgor kulit x/mnt kurang elastis R 20 -sclera anemis x/mnt -ku lemah S 360 C A Masalah dengan tim medis teratasi dalam pemberian sebagian PARAF terapi cairan infuse Respon klien tegang saat di injeksi. pagi 5-122017 P lanjutkan intervensi 1,2 dan 4 Ketidakseimbangan S klien nutrisi dari klien untuk mengatakan kebutuhan menjaga nafsu asupan makanan kebersihan mulut makan tak adekuat Respon klien meningkat gosok gigi 1x/hri O -mulut pentingnya cukup konsumsi nutrisi berbau dan cairan yang -mukosa adekuat kering Responklien akan -TTV berusaha T120/80 menghabiskan mm Hg porsi makan,dan N75 x/mnt makan sedikit tapi RR20 sering x/mnt S36 0C keluarga untuk A masalah member makanan teratasi yang bervariasi sebagian Respon klien mau Pintervensi makan makanan di lanjutkan yang bervariasi 1 dan 4 sprit bubur kedelai dengan ahli gizi untuk kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan Diet ml b1 1900 kal 7. CATATAN PERKEMBANGAN Shift Hari/tgl Diagnosa jam Catatan paraf keperawatan perkembangan SORE Rabu, 6- Resiko kekurangan S klien mengatakan 12-2017 volume cairan badannya menurunnya intake baik,tdak lemas secara oral O sudah -KU baik -turgor kulit elastic -sclera tdk anemis Amasalah tertasi P hentikan intervensi SORE Rabu, 6- Ketidakseimbangan S klien mengatakan 12-2017 nutrisi kurang dari porsi makan dihabiskan kbutuhan O asupan makanan tidak adekuat -mukosa lembab -mulut tdk kotor -TVV T 120/80 mm Hg N 75x/mnt RR 20x/mnt S 360 C A masalah teratasi P intevensi dihentikan klien pulang dibolehkan

contoh askep diare pada orang dewasa